, 21 November 2017
MENGENAL LEBIH DEKAT DUNIA PENSIUNAN DAN LANSIA

Secara garis besar, tahapan proses pensiun itu terdiri dari 3 (tiga) tahap. Yang pertama adalah pada saat ybs baru saja memasuki dunia kerja sampai akhir periode aktifnya. Kira2 sejak usia 25 s/d 55 tahun. Ini disebut sebagai masa 'Pra-Pensiun'.

Tahap kedua adalah tahap saat ybs memasuki masa purnakarya sekitar usia 55 tahun s/d 65 tahun. Ini kita sebut sebagai 'Masa Pensiun'. Setelah itu, ybs akan memasuki periode terakhir yang disebut dengan masa 'Paska Pensiun' atau 'Akhir Masa Pensiun'. Ini terjadi saat ybs berusia di atas 65 tahun.

Masa Pra-Pensiun terbagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap pertama yang disebut sebagai 'Far Pre-Retirement' (FPR) atau 'Pra-Pensiun Yang Masih Jauh' dan 'Near Pre-Retirement' (NPR) alias 'Pra-Pensiun Yang Sudah Dekat'. FPR terjadi sekitar usia 25 s/d 35 tahun, di mana karyawan biasanya tidak peduli dengan masa pensiun yang masih sangat lama. Padahal, idealnya setiap orang sudah harus berpikir jauh-jauh hari tentang masa depannya yang penuh gejolak di usia lanjut nanti.

NPR terjadi pada usia sekitar 40 s/d 50 tahun. Di periode ini, umumnya karyawan sudah mulai berpikir tentang masa purnabhakti yang akan terjadi tidak lama lagi.

Setelah periode Pra-Pensiun, tibalah Masa Pensiun yang sebenarnya. Masa ini pun terbagi menjadi tiga tahap, yaitu 'Masa Bulan Madu' (Honeymoon), 'Masa Kesadaran' (Enchantment) serta 'Masa Reorientasi'. Pada masa 'Honeymoon', seorang karyawan yang baru saja pensiun, biasanya sangat menikmati statusnya yang purnakarya, karena tidak lagi dipusingkan dengan kesibukan dan tanggungjawab kantor, pergi pagi pulang tengah malam, urusan 'deadline' dan lain sebagainya. Tapi masa ini tidak lama, dalam waktu 1 s/d 3 tahun ybs akan merasa jemu dengan aktivitasnya yang tidak jelas. Ia mulai berpikir untuk mengevaluasi kembali status dirinya. Ini disebut dengan 'Masa Kesadaran' atau 'Enchantment Period'. Setelah melewati beberapa waktu untuk mengevaluasi kembali statusnya, sang pensiunan biasanya sudah menetapkan jalan hidupnya yang baru. Mungkin ia memilih untuk berwirausaha, memfokuskan diri pada hobi, menekuni aktivitas sosial atau spiritual dan lain sebagainya. Ini disebut dengan 'Masa Reorientasi'.

Segmen terakhir dari proses Retirement dibentuk dari 2 tahapan. Tahap pertama adalah Periode Stabil, di mana sang pensiunan sudah nyaman atau mapan dengan aktivitasnya yang baru, terlepas apakah aktivitasnya itu benar-benar sesuai dengan passion yang dimikinya atau tidak.

Periode Stabil biasanya berlangsung beberapa tahun, tergantung dari kondisi kesehatan ybs. Masa tsb bisa mencapai belasan tahun, bahkan puluhan tahun, bila sang pensiunan memiliki kesehatan yang prima.

Setelah Masa Stabil ini terlewati, maka tibalah waktu datangnya Periode Termination atau Periode Penghabisan, di mana ybs mungkin menjadi jompo dan tidakberdaya lagi, atau mungkin juga meninggal dengan berbagai keadaan.


Kembali ke Beranda