, 21 November 2017
SEJARAH MATERI RETIREVISION-100

Berawal dari sebuah event hampir 20 tahun yang lalu -- tepatnya tahun 1998 - ketika untuk pertama kalinya saya mendapat kesempatan untuk memfasilitasi pelatihan persiapan pensiun untuk para karyawan PT Telkom Indonesia di Jakarta, materi pelatihan/seminar pra-pensiun ini terus menerus disempurnakan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan audiens.

Saat itu, usia saya masih sekitar 40-an tahun, dan saya berpikir bahwa kebutuhan utama para calon pensiunan adalah bagaimana mereka dapat terus mempertahankan penghasilannya agar tetap dapat hidup mandiri, tanpa ketergantungan pada keluarga atau pihak lain dalam hal ekonomi.

Oleh karenanya, materi yang saya berikan lebih difokuskan dalam hal kewirausahaan. Sedangkan hal-hal lain seperti masalah kesehatan dan masalah kesiapan mental, saya berikan dalam porsi yang sifatnya pelengkap saja. Waktu itu, memang buku tulisan saya yang berjudul 'Kiat Sukses Berwirausaha' terbitan Elex Media Komputindo (Gramedia Group) baru saja terbit dan langsung 'meledak' di pasaran buku-buku bisnis. Saya diundang berbagai pihak untuk menyelenggarakan seminar/pelatihan kewirausahaan.

Namun dalam perjalanan waktu, saya memperoleh kesimpulan bahwa komposisi materi pelatihan pra-pensiun itu harus direvisi. Saat ini saya sudah berusia 66 tahun, artinya saya sudah mengarungi masa usia pensiun selama tidak kurang dari 11 tahun, bila usia pensiun rata-rata orang Indonesia adalah 55 tahun. Saya jadi benar-benar mengerti apa dan bagaimana masalah yang dialami oleh para pensiunan. Karena saya sendiri benar-benar mengalaminya, bahkan untuk waktu yang cukup panjang.

Ada 6 aspek kehidupan yang harus ditangani agar kehidupan manusia, terlebih kaum pensiunan dan kaum lansia, bisa benar-benar terkelola dengan baik. Enam aspek itu meliputi aspek fisik, mental, finansial, keluarga, sosial serta aspek spiritual. Kehidupan seseorang akan menjadi baik bahkan nyaris sempurna bila ke-6 aspek kehidupan itu bisa dikelola dengan porsi yang seimbang atau proporsional.

Sampai saat ini, kebanyakan pelatihan pra-pensiun masih diberikan dalam proporsi seperti yang saya berikan 20 tahun yang lalu. Yaitu, menempatkan aspek kewirausahaan sebagai fitur utamanya. Padahal, memulai usaha/bisnis dari nol di saat seseorang sudah mencapai usia senior, sungguh sangat mengundang risiko atas kesehatan yang bersangkutan. Sebab, banyak jenis-jenis bisnis yang tingkat stresnya begitu tinggi. Banyak pelaku usaha pemula yang harus menderita depresi, serangan jantung atau stroke ketika harus menghadapi masalah utang-piutang, menangani karyawan dengan segala permasalahannya, kesulitan keuangan, rugi, pailit dan/atau kebangkrutan.


Kembali ke Beranda