, 21 November 2017
SELAMAT DATANG DI DUNIA PERSIAPAN PENSIUN

Halo..! Ada sebuah informasi yang penting untuk disimak. Ternyata, jumlah manusia usia lanjut pada saat ini telah meningkat berkali lipat lebih banyak daripada jumlah manula di tahun-tahun sebelumnya. Kalau jumlah orang lanjut usia pada tahun 1950 sampai 1970-an hanya berkisar sekitar 5 - 7 juta orang, maka di tahun 2017 ini, jumlah itu sudah mendekati 30 jutaan orang.

Di satu sisi, kenyataan tersebut boleh dianggap sebagai berita menggembirakan, karena kita menjadi tahu bahwa Usia Harapan Hidup (UHH) orang Indonesia sekarang ini sudah jauh lebih tinggi dari pada sebelumnya. Namun di sisi lain, banyak pihak mengkhawatirkan bahwa ini merupakan gejala akan terjadinya ledakan jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia, dalam waktu dekat.

Namun, apa sebenarnya sih yang mereka khawatirkan?

Ada risiko. Bagaimana kalau sekiranya sebagian besar dari para manula itu ternyata mengidap berbagai masalah, seperti sakit-sakitan, tidak mempunyai penghasilan, serta dirundung ketidakberdayaan? Bukankah pada akhirnya mereka akan menjadi beban keluarga dan juga orang lain, bahkan pemerintah? Dalam konteks ini, ijinkan saya untuk membahas sebuah wacana tentang 'Membangun Komunitas Lansia Yang Sehat, Mandiri dan Mampu Berkontribusi Pada Masyarakat'.

Pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah, bagaimana proses sebenarnya sampai jumlah lansia bisa berkembang menjadi besar dalam waktu relatif cepat? Ada beberapa penyebab utama. Yang pertama, seperti telah disinggung sebelumnya, UHH (Usia Harapan Hidup) manusia Indonesia sudah meningkat cukup pesat. Kalau pada tahun 1980-an manusia Indonesia dianggap batas usianya hanya sampai 54,4 tahun -- artinya rata-rata orang akan meninggal di usia 54,4 tahun -- maka pada tahun 2000, batas usia itu naik menjadi 69,7 tahun. Pemerintah, melalui otoritas kesehatan, menargetkan sejak tahun 2014, UHH itu bisa mencapai 72 tahun. Nah, dengan tertundanya waktu kematian, otomatis jumlah orang lanjut usia berpotensi untuk berkembang menjadi lebih banyak.

Yang kedua, fakta membuktikan bahwa setiap tahun ada sekitar 100 ribu orang PNS yang memasuki masa pensiun. Artinya, setiap 5 tahun ada setengah juta PNS menjadi pensiunan. Demikian pun -- ini yang ketiga -- ribuan orang dari sektor swasta dan berbagai lapisan masyarakat lainnya, juga memasuki usia purnakarya. Padahal, masa pensiun merupakan periode awal bagi seseorang untuk menjadi seorang manusia lanjut usia (lansia). Dengan demikian, bisa dimengerti bagaimana jumlah lansia di Indonesia ini bisa berkembang cukup cepat. Sekali lagi perlu diingat bahwa:

MASA PENSIUN MERUPAKAN PERIODE AWAL UNTUK SESEORANG MENJADI MANUSIA LANJUT USIA (MANULA).

Dan, sejak jaman dulu, masalah manusia usia lanjut memang sudah terjadi. Konon kabarnya di Jepang, orang-orang tua yang sudah jompo, dibawa oleh anaknya ke hutan. Untuk apa? Untuk dibuang! Karena kehadirannya di rumah sudah menjadi beban yang tidak tertanggungkan oleh pihak keluarga. Wow..!

Hal yang mirip juga terjadi di masa sekarang. Bedanya adalah orang-orang tua yang sudah tidak berdaya itu 'dibuang' di rumah jompo, tidak lagi di hutan. Di rumah jompo inilah, kaum manula melewati hari-hari akhirnya. Tanpa aktivitas yang jelas sambil merasakan perihnya penyakit yang diderita, merenungi nasib serta menahan rindu pada anak-anak yang jarang menjenguknya.

Kita semua akan menjadi tua, dan masing-masing kita akan menjadi pensiunan lalu menjadi lansia, berapa pun usia kita sekarang. Kita semua adalah calon pensiunan dan calon lansia. Oleh sebab itu, setiap orang seyogyanya bersiap diri agar tidak menjadi manula yang jompo, sakit, tidak berdaya dan sarat masalah.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya untuk memperkenalkan sebuah program pelatihan bagi para calon pensiunan, pensiunan dan lansia, yang kiranya cukup ideal guna mengatasi semua permasalahan yang timbul di masa-masa purnabhakti. Program ini adalah sebuah program terpadu yang dirancang untuk menanggulangi semua permasalahan yang dialami seorang pensiunan, dari sejak yang bersangkutan masih aktif dan produktif bekerja, sampai masa akhir periode pensiun.

Nama pelatihan ini adalah RETIRE VISION-100 yang terdiri dari 3 modul yaitu Attitude and Motivation Development., HealthVision-100, dan Communication Compentency.


Kembali ke Beranda